Ozempic dan Penglihatan: Risiko NAION serta Gangguan Mata yang Perlu Diwaspadai

Studi 3 juta pasien: risiko NAION (kerusakan saraf optik) 4x lebih tinggi pada pengguna semaglutide. Gejala, faktor risiko, dan kapan ke dokter mata.

💬 Punya pertanyaan lain? Kunjungi Halaman FAQ Lengkap kami dengan 65+ jawaban tentang Ozempic dan GLP-1.

Ringkasan

Sebuah studi besar terhadap 3 juta pasien menemukan bahwa pengguna semaglutide (Ozempic/Wegovy) memiliki risiko NAION—Nonarteritic Anterior Ischemic Optic Neuropathy, kondisi kerusakan saraf optik yang dapat menyebabkan kehilangan penglihatan permanen—4 kali lebih tinggi dibandingkan non-pengguna. Temuan ini mendorong MHRA (otoritas regulasi obat Inggris) mengeluarkan peringatan resmi. Artikel ini menjelaskan apa itu NAION, bagaimana gejalanya, siapa yang paling berisiko, dan langkah apa yang harus diambil jika Anda menggunakan Ozempic dan mengalami perubahan penglihatan.


Apa Itu NAION?

NAION singkatan dari Nonarteritic Anterior Ischemic Optic Neuropathy—sebuah kondisi medis di mana aliran darah ke saraf optik bagian depan (anterior) terganggu secara tiba-tiba, bukan karena peradangan arteri (non-arteritic).

Saraf Optik: Kabel Penghubung Mata dan Otak

Saraf optik adalah "kabel" yang mengirimkan sinyal visual dari retina ke otak. Ketika pasokan darah ke saraf ini terganggu—bahkan sesaat—sel-sel saraf yang mati tidak dapat beregenerasi. Kerusakan ini bersifat permanen.

Perbedaan NAION dengan Stroke Mata

NAION sering disebut "stroke mata" dalam bahasa awam, meski secara medis berbeda. Pada stroke otak, bekuan darah menyumbat arteri besar. Pada NAION, gangguan terjadi pada pembuluh darah kecil yang memasok optic disc (cakram optik)—biasanya terkait dengan faktor anatomis dan kondisi yang mengganggu sirkulasi mikro.


Data Klinis: Studi 3 Juta Pasien

Temuan Utama

Studi retrospektif besar yang menganalisis data 3 juta pasien membandingkan insiden NAION pada pengguna semaglutide vs. non-pengguna:

  • Risiko NAION pada pengguna semaglutide: 4 kali lebih tinggi dibanding kelompok kontrol
  • Hubungan ini ditemukan konsisten setelah kontrol faktor risiko kardiovaskular, diabetes, dan usia

Respons Regulasi

Berdasarkan temuan ini, MHRA (Medicines and Healthcare products Regulatory Agency)—badan regulasi obat Inggris, setara dengan BPOM Indonesia—mengeluarkan peringatan resmi tentang risiko NAION pada pengguna semaglutide. MHRA mewajibkan pembaruan informasi keamanan pada label obat semaglutide di Inggris.

Perlu dicatat: studi ini menunjukkan asosiasi, bukan kausalitas yang terbukti secara mekanis. Artinya, data menunjukkan hubungan statistik antara penggunaan semaglutide dan NAION, tetapi belum sepenuhnya jelas apakah semaglutide langsung menyebabkan NAION atau ada faktor perancu lainnya.

Konteks Risiko Absolut

Meskipun peningkatan risiko relatif 4 kali terdengar mengkhawatirkan, risiko absolut NAION tetap rendah—kondisi ini jarang terjadi di populasi umum. Namun karena kerusakan yang ditimbulkan bersifat permanen, kewaspadaan tetap penting.


Gejala NAION yang Harus Diwaspadai

NAION biasanya muncul tiba-tiba, sering kali saat bangun tidur (karena tekanan darah cenderung lebih rendah di malam hari, memperburuk iskemia saraf optik).

Gejala Utama

  • Penurunan penglihatan mendadak pada satu mata, tanpa nyeri
  • Penglihatan kabur di bagian atas atau bawah lapang pandang (altitudinal visual field defect)
  • Bintik gelap atau bayangan di tengah atau tepi penglihatan
  • Kontras warna berkurang pada satu mata
  • Pupil tidak bereaksi normal terhadap cahaya pada mata yang terkena (relative afferent pupillary defect)

Yang Membedakan NAION dari Kondisi Mata Lain

  • Tidak ada nyeri — berbeda dengan glaukoma sudut tertutup akut yang sangat nyeri
  • Satu mata — biasanya hanya satu mata pada episode awal
  • Mendadak — bukan penurunan penglihatan bertahap selama berbulan-bulan
  • Tidak disertai sakit kepala berat — berbeda dengan arteritic ION yang terkait arteritis sel raksasa

Faktor Risiko NAION

Tidak semua pengguna Ozempic berisiko sama. NAION lebih mungkin terjadi pada:

Faktor Risiko Anatomi

  • "Crowded disc" — cakram optik yang kecil dan padat secara struktural, meningkatkan kerentanan terhadap iskemia
  • Ini adalah faktor bawaan yang biasanya tidak diketahui seseorang sampai diperiksa oleh dokter mata

Kondisi Medis yang Meningkatkan Risiko

  • Diabetes melitus — merusak pembuluh darah mikro secara sistemik
  • Hipertensi — terutama jika tidak terkontrol
  • Hiperlipidemia — kadar lemak darah tinggi
  • Sleep apnea — menyebabkan hipoksia berulang di malam hari
  • Penyakit arteri koroner atau riwayat stroke

Faktor Lain

  • Usia >50 tahun — insiden NAION meningkat seiring usia
  • Jenis kelamin laki-laki — secara statistik lebih sering pada pria
  • Hipotensi nokturnal — tekanan darah terlalu rendah di malam hari

Ironis bahwa sebagian besar faktor risiko NAION (diabetes, hipertensi, obesitas) adalah kondisi yang sama yang membuat seseorang menggunakan Ozempic—sehingga populasi pengguna Ozempic memang memiliki profil risiko NAION yang lebih tinggi dari populasi umum. Ini menjadi salah satu komplikasi metodologis dalam menafsirkan data tersebut.


Mekanisme yang Mungkin: Mengapa GLP-1 Bisa Mempengaruhi Mata?

Ilmuwan masih meneliti mekanisme pastinya. Beberapa hipotesis yang sedang dikaji:

1. Penurunan Tekanan Darah Perfusi

Semaglutide menyebabkan penurunan berat badan yang signifikan dan secara tidak langsung menurunkan tekanan darah. Jika tekanan darah turun terlalu cepat atau terlalu rendah—terutama di malam hari—saraf optik dengan pasokan darah terbatas bisa mengalami iskemia.

2. Perubahan Viskositas Darah

Penurunan berat badan cepat dapat memengaruhi komposisi darah dan viskositasnya, yang secara teoritis dapat mempengaruhi aliran darah di pembuluh mikro termasuk yang memasok saraf optik.

3. Reseptor GLP-1 di Jaringan Retina

Ada penelitian awal yang menunjukkan keberadaan reseptor GLP-1 di sel-sel retina. Apakah aktivasi reseptor ini memiliki efek pada vaskularisasi retina masih dalam penelitian.


Gangguan Mata Lain yang Berkaitan dengan GLP-1

Selain NAION, ada beberapa perubahan mata yang perlu diperhatikan pengguna GLP-1:

Retinopati Diabetik yang Memburuk Sementara

Pada pasien diabetes dengan retinopati, penurunan HbA1c yang sangat cepat dapat memperburuk retinopati secara sementara—fenomena yang dikenal dalam dunia diabetes bahkan sebelum era GLP-1. Semaglutide yang menurunkan gula darah dengan cepat bisa memicu ini pada pasien yang sudah memiliki retinopati.

Ini berbeda dari NAION, tetapi penting bagi pasien diabetes yang sudah memiliki masalah mata.

Perubahan Refraksi Sementara

Beberapa pengguna melaporkan perubahan penglihatan (kabur sementara) di awal pengobatan, kemungkinan terkait perubahan kadar glukosa dan hidrasi lensa mata. Ini biasanya bersifat sementara dan reversibel.


Kapan Harus ke Dokter Mata?

Segera ke IGD Mata (Dalam 24 Jam) Jika:

  • Penglihatan mendadak kabur atau gelap pada satu mata
  • Kehilangan sebagian lapang pandang secara tiba-tiba
  • Melihat bayangan atau tirai di penglihatan
  • Gejala di atas disertai sakit kepala berat, nyeri sendi, atau demam (bisa menunjukkan kondisi berbeda)

NAION adalah emergensi mata. Penanganan cepat penting—meski sampai saat ini belum ada terapi definitif yang terbukti memulihkan penglihatan yang sudah hilang, deteksi dini mencegah kerusakan lebih lanjut dan memungkinkan evaluasi kondisi yang mendasarinya.

Pemeriksaan Rutin yang Disarankan

Jika Anda adalah pengguna Ozempic dengan faktor risiko NAION (diabetes, hipertensi, riwayat penyakit mata), pertimbangkan:

  • Pemeriksaan mata lengkap sebelum memulai pengobatan GLP-1
  • Evaluasi fundus (retina dan cakram optik) oleh dokter mata minimal setahun sekali
  • Segera lapor ke dokter jika ada perubahan penglihatan sekecil apapun

Perspektif Risiko-Manfaat

Temuan tentang NAION penting dan harus diambil serius. Namun penting untuk melihatnya dalam konteks yang lebih luas:

Manfaat Ozempic yang terbukti:

  • Penurunan risiko serangan jantung dan stroke dalam uji SELECT (ribuan jiwa dapat diselamatkan)
  • Kontrol diabetes yang signifikan
  • Penurunan berat badan yang substansial

Risiko NAION:

  • Risiko relatif meningkat 4x, tetapi risiko absolut tetap rendah (NAION adalah kondisi langka)
  • Hubungan kausal belum sepenuhnya terbukti
  • Populasi yang menggunakan Ozempic memiliki faktor risiko NAION yang lebih tinggi secara inheren

Keputusan untuk menggunakan atau melanjutkan Ozempic harus dibuat bersama dokter dengan mempertimbangkan profil risiko individual Anda—termasuk kondisi mata yang sudah ada.

Baca juga: panduan lengkap efek samping GLP-1 dan cara mengatasinya dan gambaran umum tentang Victoza dan GLP-1 pertama.


FAQ

1. Apakah risiko NAION berlaku untuk semua obat GLP-1 atau hanya Ozempic?

Studi besar yang tersedia terutama meneliti semaglutide (Ozempic/Wegovy). MHRA mengeluarkan peringatan spesifik untuk semaglutide. Apakah liraglutide atau tirzepatide memiliki risiko serupa masih dalam penelitian lebih lanjut.

2. Apakah saya harus berhenti menggunakan Ozempic karena risiko ini?

Jangan menghentikan Ozempic sendiri tanpa berkonsultasi dokter. Diskusikan riwayat mata Anda dengan dokter—terutama jika ada faktor risiko NAION—agar dapat membuat keputusan yang tepat bersama.

3. Apakah NAION bisa disembuhkan?

Belum ada terapi yang terbukti memulihkan penglihatan yang sudah hilang akibat NAION. Itulah mengapa kewaspadaan dan deteksi dini sangat penting. Tujuan penanganan adalah mencegah kerusakan lebih lanjut dan mengoptimalkan faktor risiko yang bisa dikendalikan.

4. Siapa yang paling berisiko mengalami NAION saat menggunakan Ozempic?

Pasien diabetes dengan "crowded disc" (cakram optik kecil), hipertensi, sleep apnea, usia >50 tahun, dan yang mengalami penurunan tekanan darah signifikan akibat pengobatan berada pada risiko lebih tinggi.

5. Apakah ada pemeriksaan mata yang wajib sebelum mulai Ozempic?

Secara resmi tidak ada kewajiban pemeriksaan mata sebelum memulai Ozempic. Namun jika Anda memiliki faktor risiko NAION atau riwayat masalah mata, pemeriksaan fundus oleh dokter spesialis mata sebelum memulai pengobatan adalah langkah yang bijak.


Disclaimer Medis

Artikel ini ditulis untuk tujuan informasi dan edukasi kesehatan umum. Informasi dalam artikel ini tidak menggantikan konsultasi, diagnosis, atau saran medis dari dokter spesialis atau tenaga kesehatan berlisensi. Jika Anda mengalami perubahan penglihatan mendadak, segera cari pertolongan medis darurat. Keputusan penggunaan atau penghentian obat harus dibuat bersama dokter Anda.


Referensi

  1. 1. Hathaway JT, et al. Risk of Nonarteritic Anterior Ischemic Optic Neuropathy in Patients Prescribed Semaglutide. JAMA Ophthalmology. 2024. DOI: 10.1001/jamaophthalmol.2024.2296
  2. 2. MHRA (Medicines and Healthcare products Regulatory Agency). Semaglutide: risk of non-arteritic anterior ischaemic optic neuropathy (NAION). Drug Safety Update. 2024. Available at: https://www.gov.uk/drug-safety-update
  3. 3. Hayreh SS. Ischemic optic neuropathy. Progress in Retinal and Eye Research. 2009;28(1):34-62.
  4. 4. American Academy of Ophthalmology. Nonarteritic Anterior Ischemic Optic Neuropathy (NAION). Available at: https://www.aao.org
  5. 5. Drucker DJ. GLP-1 physiology informs the pharmacotherapy of obesity. Molecular Metabolism. 2022;57:101351.

📖 Panduan Lengkap

Artikel ini adalah bagian dari panduan lengkap kami: Efek Samping Ozempic dan Keamanan GLP-1: Yang Perlu Anda Ketahui